Bab 1 | Bab 2-3 | Bab 4 | Bab 5 | Bab 6-7 | Bab 8-9
Bab V Organisasi
Pasal 12 Struktur Organisasi
ORARI tersusun atas tingkatan Organisasi sebagai berikut :
a. ORARI Pusat.
b. ORARI Daerah.
c. ORARI Lokal.
Pasal 13 Musyawarah
Musyawarah ORARI dilaksanakan untuk tiap tingkat Organisasi sebagai berikut :
1. Musyawarah Nasional ORARI untuk tingkat Pusat selanjutnya disebut Munas.
2. Musyawarah Daerah ORARI untuk tingkat Daerah selanjutnya disebut Musda.
3. Musyawarah Lokal ORARI untuk tingkat Lokal selanjutnya disebut Muslok.
Pasal 14 Kewajiban dan Hak Musyawarah
1. Musyawarah Nasional :
a. Munas merupakan forum tertinggi dalam ORARI yang bersidang satu kali dalam lima tahun.
b. Munas meminta Pertanggungjawaban Ketua Umum ORARI yang dibantu oleh Pengurus ORARI Pusat lainnya.
c. Munas meminta Laporan Dewan Pengawas dan Penasehat (DPP) ORARI Pusat.
d. Munas menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ORARI.
e. Munas menetapkan Garis-garis Besar Kebijaksanaan Organisasi.
f. Munas memilih DPP ORARI Pusat.
g. Munas memilih Ketua Umum ORARI dan bersama Ketua Umum ORARI terpilih menyusun Pengurus ORARI Pusat.
2. Musyawarah Daerah :
a. Musda bersidang satu kali dalam lima tahun.
b. Musda meminta Pertanggungjawaban Ketua ORARI Daerah yang dibantu oleh Pengurus ORARI Daerah lainnya.
c. Musda meminta Laporan DPP ORARI Daerah.
d. Munas menetapkan Kebijaksanaan Umum ORARI Daerah berdasarkan Rencana dan Program Induk ORARI Pusat.
e. Munas memilih DPP ORARI Daerah.
f. Munas memilih Ketua ORARI Daerah dan bersama Ketua ORARI Daerah terpilih menyusun Pengurus ORARI Daerah.
3. Musyawarah Lokal :
a. Muslok bersidang satu kali dalam tiga tahun.
b. Muslok meminta Pertanggungjawaban Ketua ORARI Lokal yang dibantu oleh Pengurus ORARI Lokal lainnya.
c. Muslok meminta Laporan DPP ORARI Lokal.
d. Muslok menetapkan Kebijaksanaan ORARI Lokal berdasarkan Rencana Kerja dan Program Kerja ORARI Daerah.
e. Muslok memilih DPP ORARI Lokal.
f. Muslok memilih Ketua ORARI Lokal dan bersama Ketua ORARI Lokal terpilih menyusun Pengurus ORARI Lokal.
Pasal 15 Rapat
1. Rapat Kerja ORARI Pusat dan Rapat Pengurus ORARI Pusat untuk tingkat Pusat.
2. Rapat Kerja ORARI Daerah dan Rapat Pengurus ORARI Daerah untuk tingkat Daerah.
3. Rapat Kerja ORARI Lokal dan Rapat Pengurus ORARI Lokal untuk tingkat Lokal.
Pasal 16 Hak dan Kewajiban Rapat
Rapat Kerja ORARI Pusat dan ORARI Daerah diadakan sedikitnya dua tahun sekali, sedangkan Rapat Kerja ORARI Lokal diadakan sedikitnya satu tahun sekali dan Rapat Pengurus ORARI Pusat, Pengurus ORARI Daerah, Pengurus ORARI Lokal diadakan sewaktu-waktu secara berkala.
Pasal 17 Musyawarah Luar Biasa
1. Munas Luar Biasa ORARI dapat diadakan setiap waktu atas usul 2/3 dari jumlah ORARI Daerah melalui DPP ORARI Pusat serta dihadiri dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah ORARI Daerah.
2. Musda Luar Biasa ORARI dapat diadakan setiap waktu atas usul 2/3 dari jumlah ORARI Lokal melalui Pengurus ORARI Pusat serta dihadiri dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah ORARI Lokal.
3. Muslok Luar Biasa ORARI dapat diadakan setiap waktu atas usul 2/3 dari jumlah anggota ORARI Lokal melalui Pengurus ORARI Daerah serta dihadiri dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota ORARI Lokal.
Pasal 18 Susunan Dewan Pengawas dan Penasehat dan Pengurus ORARI Pusat
1. DPP ORARI Pusat terdiri dari pejabat-pejabat sebagai berikut :
a. Ketua.
b. Sekretaris dan Wakil Sekretaris merangkap Anggota.
c. 4 (empat) orang anggota.
2. Pengurus ORARI Pusat terdiri dari pejabat-pejabat sebagai berikut :
a. Ketua Umum.
b. Wakil Ketua Umum.
c. Ketua Bidang Organisasi.
d. Ketua Bidang Operasi dan Teknik.
e. Sekretaris Jenderal.
f. Wakil Sekretaris Jenderal.
g. Bendahara Umum.
h. Wakil Bendahara Umum.
i. Ketua Bagian Keanggotaan.
j. Ketua Bagian Pendidikan.
k. Ketua Bagian Operasi.
l. Ketua Bagian Teknik.
m. Pembantu-pembantu Umum menurut keperluan.
Pasal 19 Susunan Dewan Pengawas dan Penasehat dan Pengurus ORARI Daerah
1. DPP ORARI Daerah sekurang-kurangnya 5 (lima) orang, sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang terdiri dari :
a. Ketua.
b. Sekretaris dan Wakil Sekretaris merangkap Anggota.
c. Anggota-anggota.
2. Pengurus ORARI Daerah terdiri dari pejabat-pejabat sebagai berikut :
a. Ketua.
b. Wakil Ketua.
c. Ketua Bidang Organisasi.
d. Ketua Bidang Operasi dan Teknik.
e. Sekretaris.
f. Wakil Sekretaris.
g. Bendahara.
h. Wakil Bendahara.
i. Ketua Bagian Keanggotaan.
j. Ketua Bagian Pendidikan.
k. Ketua Bagian Operasi.
l. Ketua Bagian Teknik.
m. Koordinator-koordinator wilayah menurut keperluan.
n. Pembantu-pembantu Umum menurut keperluan.
Pasal 20 Susunan Dewan Pengawas dan Penasehat dan Pengurus ORARI Lokal
1. DPP ORARI Lokal sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang, sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang terdiri dari :
a. Ketua.
b. Sekretaris dan Wakil Sekretaris merangkap Anggota.
c. Anggota-anggota.
2. Pengurus ORARI Lokal terdiri dari pejabat-pejabat sebagai berikut :
a. Ketua.
b. Wakil Ketua.
c. Ketua Bidang Organisasi.
d. Ketua Bidang Operasi dan Teknik.
e. Sekretaris.
f. Wakil Sekretaris.
g. Bendahara.
h. Wakil Bendahara.
i. Ketua Bagian Keanggotaan.
j. Ketua Bagian Pendidikan.
k. Ketua Bagian Operasi.
l. Ketua Bagian Teknik.
m. Perwakilan-perwakilan menurut keperluan.
|